IMPLEMENTASI TRILOGI NUSA PUTRA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
Universitas Nusa Putra memiliki nilai-nilai luhur sekaligus juga merupakan manifesto dalam perjuangannya meraih visi misi. Nilai-nilai itu disebut dengan Trilogi Nusa Putra yang harus dijunjung tinggi dan menjadi bagian dalam kehidupan seluruh insan Nusa Putra. Trilogi tersebut harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Trilogi itu terdiri atas Amor Deus, Amor Parentium, dan Amor Concervis yang dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Amor Deus (Cinta Kasih Tuhan)
"Sebagai anugerah cahaya insan Nusa Putra untuk tetap menjalankan syariat agama, beragama merupakan kebutuhan dan cinta kita kepada Tuhan, bukan lagi sebagai kewajiban."
Sebagai manusia beragama, kita sudah selayaknya membutuhkan Tuhan dalam kehidupan kita, ketika membutuhkannya kita harus terus mendekatkan diri dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya karena cinta kepada Tuhan tidak cukup hanya dengan perkataan saja tetapi juga harus dengan keyakinan dan menjalankan ibadah terhadap-Nya. Bagi seorang beragama sudah pasti tau dimana dan kapan kita beribadah, sesuai kepercayaan masing-masing pasti mempunyai ajaran dalam menjalankan syariat-Nya. Seorang beragama Islam sudah pasti tempat beribadahnya di masjid, seorang beragama Kristen pasti tempat ibadahnya di gereja, yang beragama Buddha pasti tempat ibadahnya di Vihara begitupun agama lainnya sudah pasti ada tempat dan ajarannya.
Saya sebagai umat islam berpedoman hidup pada Al-Qur'an. Dalam ayat 21, Allah memerintahkan kepada seluruh umat-Nya untuk selalu beribadah dan menyembah hanya kepadanya. Ayat tersebut berbunyi:
يٰۤاَيُّهَا النَّاسُ اعۡبُدُوۡا رَبَّكُمُ الَّذِىۡ خَلَقَكُمۡ وَالَّذِيۡنَ مِنۡ قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُوۡنَ
Artinya: “Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.” (QS. Al Baqarah: 21).
Dalam ayat tersebut, Allah memberi pengertian bahwa Dia menciptakan kemudian mengembangbiakkannya, memberi taufik, menjaga, memelihara, dan memberi nikmat agar manusia dapat melaksanakan tugas-tugasnya sebagai hamba Allah. Syaikh Ibnu Taimiyyah al-Harrani dalam kitabnya al-Ubudiyyah menerangkan bahwasanya ibadah adalah setiap perkara yang dapat mendatangkan kecintaan dan keridhoan dari Allah, dari perkataan dan perbuatan baik yang zhahir maupun yang batin. Berdasarkan definisi tersebut, suatu perbuatan terhitung ibadah dalam Islam jika didasarkan kepada tujuan untuk mendapatkan ridho Allah SWT.
Sebagai seorang Muslim, saya mengimplementasikan nilai luhur ini dalam kehidupan sehari-hari dengan menunaikan kewajiban sholat lima waktu sebagai bentuk penghormatan dan ketaatan kepada Allah SWT. Selain itu, saya juga aktif dalam kegiatan mengaji Al-Qur’an dan berpuasa. Melalui praktik-praktik tersebut, saya berusaha menjalankan ajaran agama Islam dalam kehidupan sehari-hari, menunjukkan cinta dan ketaatan kepada Allah SWT serta berusaha menjadi contoh yang baik bagi orang di sekitar saya. Dengan demikian, nilai-nilai agama yang dijunjung tinggi oleh Nusa Putra dapat diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari.
2. Amor Parentium (Cinta Kasih Orang Tua)
"Sebagai kekuatan insan Nusa Putra untuk menjaga ajaran dan nilai-nilai luhur rasul, leluhur, kedua orang tua dan guru-guru kita serta orang-orang soleh sebelum kita."
Dari makna nilai tersebut, kita sebagai seorang anak yang sudah pasti dilahirkan, dikasihi dan disayangi oleh orang tua sudah sepantasnya memberikan cinta kasih, mematuhi, menjaga, merawat, menghormati dan mendoakan orang tua sebagai balasan karena telah memberikan segala bentuk cinta kasih sayangnya kepada kita. Cinta kasih kepada orang tua pun tidak hanya sekedar perkataan tetapi dengan perbuatan yang ikhlas dan tulus untuk mencapai kebahagiaan yang akan memberikan jalan kesuksesan di masa depan.
Berbakti kepada kedua orang tua adalah bentuk amalan, ibadah, dan ketaatan yang mulia. Adapun perintah untuk berbuat baik kepada kedua orang tua juga tertera dalam Al-Qur'an pada Q.S Al Isra: 23 yang merupakan ayat paling terkenal terkait perintah berbuat baik kepada kedua orang. Ayat tersebut berbunyi:
وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا
Artinya: "Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, serta ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik." (QS. Al-Isra: 23).
3. Amor Concervis (Cinta Kasih Sesama)
"Sebagai pengikat insan Nusa Putra untuk menjalani hidup berdampingan secara damai dalam menyikapi setiap perbedaan, karena Tuhan berkehendak atas adanya perbedaan itu sendiri."
Nilai ketiga dari trilogi Nusa Putra ini mengandung makna sebagai pengikat Insan Nusa Putra untuk menjalani hidup berdampingan secara damai dalam menyikapi setiap perbedaan karena Tuhan berkehendak atas adanya perbedaan itu sendiri. Sebagai manusia yang hidup bersosial, kita tidak akan lepas dari membutuhkan orang lain dalam kehidupan kita. Banyak hal yang kita tidak dapat lakukan semua sendiri, ada yang akan membutuhkan peran orang lain dalam menjalankan kehidupan. Sikap kita sebagai manusia sosial haruslah menjunjung tinggi sikap toleransi terhadap sesama, kita harus memberikan cinta kasih kepada sesama agar dapat hidup berdampingan yang damai dengan berbagai perbedaan yang ada.
Seperti halnya sebagai mahasiswa genusian di kampus Universitas Nusa Putra kita harus dapat membantu sesama, tidak membedakan teman sekalipun berbeda suku, ras, dan agama. Selalu menghargai dan menghormati teman memberikan cinta kasih yang tulus kepada orang di sekitar kita dengan begitu kita telah menjadikan diri kita dan orang lain itu bisa saling membutuhkan dan dibutuhkan tanpa memandang perbedaan.
Perilaku kasih sayang tidak hanya memiliki dampak positif pada lingkungan di sekitar kita, namun juga akan menempatkan kita sebagai orang yang paling dekat dengan rahmat Allah SWT. Allah SWT akan menebarkan rahmat dan kasih sayang kepada orang-orang yang menebar kasih sayang kepada para makhluknya. Seperti halnya dalam Q.S Al Hujurat: 13 yang menjelaskan bagaimana Allah SWT menciptakan setiap Makhluknya berpasangan tanpa membedakan satu sama lain, namun yang membedakan hanyalah tingkat ketaqwaan dan keimanan pada setiap umatnya. Ayat tersebut berbunyi:
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ
Artinya: “Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha teliti.” (Q.S Al-Hujurat: 13).
Dengan anjuran berkasih sayang yang sifatnya umum inilah yang akan mengantarkan kita kepada pemahaman bahwa islam tidak menentukan tanggal tepat waktu mencurahkan kasih sayangnya, justru islam mengajurkan pemeluknya untuk menyayangi siapa saja, dimana saja dan kapan saja. Dengan adanya kasih sayang antar sesama maka kita akan mengerti apa artinya saling menghargai satu sama lain walau terkadang perbedaan akan selalu ada baik dari segi sudut pandang, pendapat, dan bahkan gaya hidup sekalipun namun itu tidak akan mengurangi rasa kasih sayang antar sesama.
Nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Trilogi Nusa Putra, yaitu Amor Deus, Amor Parentium, dan Amor Concervis memiliki relevansi dan kebutuhan yang mendalam dalam kehidupan sehari-hari. Implementasi nilai-nilai tersebut tidak hanya menjadi sebuah manifesto dalam perjuangan meraih visi misi Universitas Nusa Putra, tetapi juga menjadi landasan moral bagi seluruh insan Nusa Putra dalam bertindak dan berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari. Dapat disimpulkan bahwa melalui ketaatan kepada Tuhan, penghormatan dan bakti kepada orang tua, serta sikap toleransi dan kasih sayang terhadap sesama, kita dapat menciptakan lingkungan yang harmonis dan penuh berkah. Implementasi Trilogi Nusa Putra tidak hanya menjadi wujud penghormatan kepada nilai-nilai agama dan leluhur, tetapi juga menjadi jalan menuju kedamaian dan kesuksesan bagi seluruh komunitas Nusa Putra. Dengan mempraktikkan nilai-nilai ini dalam kehidupan sehari-hari, kita bukan hanya menciptakan kebahagiaan untuk diri sendiri, tetapi juga menjadi teladan yang baik bagi orang lain dalam membangun masyarakat yang lebih baik dan bermartabat.
